Select Page

Talkshow Catatan Pena Hantarkan Pimpinan Baru PC IPNU IPPNU Boyolali

Talkshow Catatan Pena Hantarkan Pimpinan Baru PC IPNU IPPNU Boyolali

BOYOLALI-Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kab. Boyolali mengadakan Konferensi Cabang (KONFERCAB) IPNU XI dan IPPNU X pada tanggal 27-28 Oktober 2018. Bertempat di SMK Karya Nugraha Boyolali, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PAC dan Komisariat IPNU IPPNU se Boyolali.

Sebagai amanat organisasi, Konfercab ini akan menentukan figur pimpinan PC IPNU IPPNU Kab. Boyolali masa khdimat 2018-2020. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang ikut menyemarakkanya seperti kirab pelajar Nusantara pada 21 Oktober 2018, Makesta Akbar Komisariat,dan Talkshow Catatan Pena pada 28 Oktober 2018.

Talkshow Catatan pena menjadi keunikan tersendiri dalam rangkain kegiatan diatas. Dengan mengusung tema sesuai tema konfercab, Yang Patah Tumbuh yang hilang berganti, secara garis besar membahas tentang semangat kebangsaan yang sudah mulai pudar.

Hadir sebagai pembicara, ketua FKUB Boyolali, K.H Habib Masturi dan Polres Boyolali yang diwakili oleh Kabag Ren, Kompol Linda Dwi Purwani, SH, MH. Harapanya, dengan talkshow ini, semangat persatuan yang patah sebisa mungkin ditumbuhkan, dan semangat kebangsaan yang mulai hilang sebisa mungkin berganti dengan yang baru.

Ada 3 poin penting dalam talkshow ini. Pertama, meyakini bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah untuk menguatkan persatuan. Karena itu, pelajar NU dituntut untuk lebih bisa menghargai perbedaan yang ada. “Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, bukan satu khilafah islamiyah, sebagai pelajar NU kalian harus tetap junjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan” harap Kyai Habib Masturi kepada peserta.

Poin kedua, slogan NKRI Harga Mati harus dijunjung tinggi. Hal ini disebabkan mulai maraknya kampanye khilafah yang mulai timbul kembali. Tidak dipungkiri, pelajar merupakan target dari penyebaran faham tersebut. Untuk itu, pelajar sebagai bagian dari masyarakat harus ikut menjunjung slogan NKRI harga mati sebagai ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Poin ketiga, Pelajar NU sebagai The Guardian of Unity In Diversity. Sebagai banom NU di ranah pelajar, IPNU IPPNU senantiasa mengikuti jejak Nahdlatul Ulama. Ajaran islam ramah yang dimiliki NU harus diaplikasikan pula oleh para pelajar NU. Untuk itulah, pelajar NU digadang-gadang akan menjadi penjaga persatuan ditengah keberagaman masyarakat.

Usai talkshow, acara dilanjutkan dengan sidang-sidang konferensi yang diakhiri dengan pemilihan ketua PC IPNU IPPNU Boyolali masa khidmat 2018-2020. Dalam pemilihan ketua IPNU, terpilihlah 2 bakal calon ketua. Calon pertama adalah rekan Luqman Al Hakim yang diusung oleh PAC Teras, Kemusu, Andong, Sambi. Calon kedua adalah rekan Muhammad Maghfur yang diusung oleh PAC Wonosegoro, Ngemplak, Cepogo, Musuk, Klego, Boyolali, Selo, Karanggede.

Sesuai dengan peraturan, calon ketua harus mendapatkan rekomendasi minimal 3 PAC, sudah berkhidmat minimal 2 tahun, sudah mengikuti Makesta dan Lakmud, usia maksimal 25 tahun. Sesuai kriteria tersebut, keduanya lolos verifikasi sehingga rekan Luqman Al Hakim dan Rekan Muhammad Maghfur berhak menjadi calon ketua PC IPNU IPPNU Kab. Boyolali masa khdimat 2018-2020.

Setelah itu, kedua calon menyatakan kesanggupan serta visi misinya dalam memimpin PC IPNU IPPNU Kab. Boyolali selama dua tahun kedepan. Setelah itu, prosesi pemilihan dimulai. Ada 21 total suara yang diperebutkan. Hasilnya, rekan Luqman Al Hakim mendapatkan 57% suara (12 suara) dan Rekan Muhammad Maghfur mendapatkan 43% suara (9 suara). Dengan hasil tersebut, maka rekan Luqman Al Hakim ditetapkan sebagai ketua PC IPNU Kab. Boyolali masa khdimat 2018-2020.

Sementara itu, dalam pemilihan ketua PC IPPNU Kab. Boyolali masa khdimat 2018-2020, presidium sidang dipimpin oleh rekanita Ain selaku ketua PW IPPNU Jawa Tengah, rekanita Nihla sebagai sekretaris sidang dan rekanita Desi sebagai Anggota. Dalam penjaringan bakal calon, terdapat 6 nama yang diusung. Akan tetapi, dari ke enam nama tersebut, ada 2 nama yang berhak mengikuti verifikasi yakni rekanita Adinda Izza Afkarina dan rekanita Lusiana Pratiwi.

Selanjutnya, dari 2 bakal calon tersebut, keduanya dilakukan proses verifikasi syarat calon ketua seperti usia, pendidikan kaderisasi, dan lama berkhidmat di IPPNU. Dari beberapa kriteria tersebut, maka yang lolos verifikasi hanya rekanita Adinda Izza Afkarina. Dengan demikian, rekanita Adinda Izza Afkarina ditetapkan sebagai ketua PC IPPNU Kab. Boyolali secara aklamasi. (Lek Mur)

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *