Select Page

Simak Baik-Baik Ya… Hasil Bahtsul Masail LBMNU Boyolali saat Menghadapi Pandemi Covid-19

Simak Baik-Baik Ya… Hasil Bahtsul Masail LBMNU Boyolali saat Menghadapi Pandemi Covid-19

BOYOLALI-PCNU Boyolali menyampaikan dan mensosialisasikan hasil keputusan Bahtsul Masail LBMNU Kabupaten Boyolali. Hal ini menanggapi keadaan yang sedang terjadi yakni wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia dan di Kabupaten Boyolali khususnya.

Hasil Bahtsul Masail ini di antaranya tentang pelaksanaan ibadah sholat Jumat, kegiatan keagamaan lain, dan kegiatan sosial di wilayah Kabupaten
Boyolali.

“Diharapkan warga Nahdliyin bisa mempedomani hasil Bhatsul Masail ini. Dan tentunya juga masyarakat umum di Boyolali beserta semua stakeholder NU di Kabupaten Boyolali,” terang Tim Perumus Bahtsul Masail PCNU Boyolali KH. Joko Parwoto Alh, ST, dalam rilis yang diterima Kamis 30 April 2020.

Hasil Bahstul Masail bernomor 06/LBM/PCNUBOYOLALI/III/2020 berpedoman dan berdasar pada; Surat PBNU No. 3945/C.1.34/03/2020 tetang Protokol NU Peduli Covid-19, Pandangan Keagamaan LBM PBNU Tentang Pelaksanaan Shalat Jum’at di Daerah Terjangkit Covid-19.

Kemudian Surat Edaran Kementrian Kesehatan Nomor: HK.02.01/MENKES/202/ 2020 Tetang Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Covid-19. Surat Keputusan BNPB Nomor: 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Kemudian Ma’lumat KAPOLRI Nomor : Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus COVID-19.Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor: 440/0005942 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Desease (Covid-19).

Hasil Keputusan Bahtsul Masail LBM PWNU Jawa Tengah Nomor: 08/LBM/PWNUJATENG/III/20, Surat Edaran Bupati Nomor: 450/677/1.2/2020 Tetang Pencegahan Perkembangan Dan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali.

“Maka Lembaga Bahtsul Masail PCNU Boyolali merekomendasikan beberapa hal,” terang Kiai Joko.

Yakni kegiatan-kegiatan Struktural Organisasi NU dan semua Banom NU ditingkatan PCNU, MWCNU, Ranting NU dan Anak Ranting NU, yang melibatkan banyak Jama’ah diinstruksikan untuk ditiadakan
sampai keadaan kondusif.

Kegiatan-kegiatan masyarakat yang bersifat kultural yang melibatkan banyak orang dimohon untuk ditiadakan. Kegiatan-kegiatan sadranan, tahlilan dan kegiatan adat lainya tetap bisa dilaksanakan di rumah
masing-masing dengan mentaati Protokol pencegahan Covid-19 (Physical Distancing).

Menginstruksikan kepada masing- masing kepengurusan Struktural Organisasi NU dan semua Banom NU di tingkatan PCNU, MWCNU, Ranting NU, dan Anak Ranting NU agar proaktif membantu program
pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19). (gun)

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *