Select Page

PCNU Kabupaten Boyolali Gelar Bahtsul Masail Sikapi Wabah Virus Corona, Ini Hasilnya

PCNU Kabupaten Boyolali Gelar Bahtsul Masail Sikapi Wabah Virus Corona, Ini Hasilnya

BOYOLALI-Wabah virus corona atau Covid-19 terus menyebar di Indonesia. Menyikapi hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali mengambil keputusan melalui Bahtsul Masail (LBMNU) Kabupaten Boyolali.

“Keputusan ini di antaranya tentang pelaksanaan ibadah Sholat Jumat, kegiatan keagamaan lain, dan kegiatan sosial di wilayah Kabupaten Boyolali,” terang KH. Joko Parwoto Alh, ST., tim perumus, Jumat 3 April 2020.

Tim perumus dalam Bahtsul Masail ini yakni Drs. H. Agus Taufiqurrohman, Dr. H. Rustam Ibrahim, K. Muhammad Ihsan, M.Pd, KH. Abdurrahman Yahya LC., Drs. Imam Fajarudin, Drs. H. Muh Mu’alim, M.Pd.I, Gus Damanhuri, KH. Makmun Nuryanto, MAg., dan K. Muhammad Irfan.

Hasil keputusan Bahtsul Masail Nomor: 06/LBM/PCNUBOYOLALI/III/2020 ini berpedoman dan berdasar pada;

1. Surat PBNU No. 3945/C.1.34/03/2020 tetang Protokol NU Peduli Covid-19.

2. Pandangan Keagamaan LBM PBNU Tentang Pelaksanaan Shalat Jum’at di Daerah Terjangkit Covid-19.

3. Surat Edaran Kementrian Kesehatan Nomor: HK.02.01/MENKES/202/ 2020 Tetang Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Covid-19.

4. Surat Keputusan BNPB Nomor: 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

5. Ma’lumat KAPOLRI Nomor : Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus COVID-19.

6. Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor: 440/0005942 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Desease (Covid-19).

7. Hasil Keputusan Bahtsul Masail LBM PWNU Jawa Tengah Nomor: 08/LBM/PWNUJATENG/III/20.

8. Surat Edaran Bupati Nomor: 450/677/1.2/2020 Tetang Pencegahan Perkembangan Dan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali.

Mengacu pada hal tersebut, Lembaga Bahtsul Masail PCNU Boyolali merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Kegiatan-kegiatan Struktural Organisasi NU dan semua Banom NU ditingkatan PCNU, MWCNU, Ranting NU dan Anak Ranting NU, yang melibatkan banyak Jama’ah diinstruksikan untuk ditiadakan sampai keadaan kondusif.

2. Kegiatan-kegiatan masyarakat yang bersifat kultural yang melibatkan banyak orang dimohon untuk ditiadakan.

3. Kegiatan-kegiatan sadranan, tahlilan dan kegiatan adat lainya tetap bisa dilaksanakan di rumah masing-masing dengan mentaati Protokol pencegahan Covid-19 (Physical Distancing)

4. Menginstruksikan kepada masing- masing kepengurusan Struktural Organisasi NU dan semua Banom NU di tingkatan PCNU, MWCNU, Ranting NU, dan Anak Ranting NU agar proaktif membantu program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19).

5. Kabupaten Boyolali sampai saat ini dikategorikan نَ َ َقر ْ َ َن dan عََدُم ال َقر ْ ُة ال َّظنَم ُkarena itu hukum sholat Jum’at tetap wajib dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Desa, Kelurahan atau lingkungan tersebut masih aman dari penyebaran Virus Corona dan tidak ada kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus. b. Tidak terdapat ُ ُعُذر ْ ُ َحقَّقَُة ال م ْ ال) Orang yang terkena virus Corona) atau عُ ْ ل ُذ اَ ُ ر ْ ُة ال َظنَّ ُ م) Pasien Dalam Pengawasan dan Orang Dalam Pemantauan) di lingkungan tersebut. c. Dalam pelaksanaan Sholat Jum’at, Takmir Masjid dan jama’ah diharuskan melakukan usaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti ketentuan atau protokol pencegahan virus Corona yang ditetapkan pemerintah. d. Dalam usaha pencegahan virus Corona, maka protokoler pelaksanaan Sholat Jum’at adalah sebagai berikut: 1) Menyediakan Handsanitizer, sabun, Antiseptic dan Disinfektan lainnya. 2) Menyediakan air mengalir 3) Tidak berkarpet 4) Jama’ah membawa alas dan alat sholat sendiri-sendiri. 5) Menjaga jarak antar jama’ah minimum 1 meter 6) Meniadakan berjabat tangan dan berinteraksi fisik antar jama’ah 7) Khutbah dilaksanakan dengan cepat dan ringkas dengan tetap memenuhi syarat dan rukunnya 8) Dalam Sholat Jum’at imam dihimbau untuk memimpin do’a Qunut Nazilah.

6. Masjid-masjid dekat jalan raya dan masjid di tempat keramaian yang biasa didatangi oleh orang luar sehingga berpotensi menimbulkan penyebaran virus Corona, maka diinstruksikan: a. Ditiadakan Sholat Jum’at, diganti dengan Sholat Dzuhur di rumah masing-masing. b. Ditiadakan segala kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak massa. Walau demikian di masjid-masjid tersebut adzan Sholat Maktubah tetap dikumandangkan dengan mengganti lafal ىل عَ ََحَّ َّصََلةِ ِ ُ ْك lafal dengan ال ْوا ِِف ِرَحال ُّ ِ ُ ْك atauَ صل ُ ْوت ُي ْوا ِِف ب ُّ َصل (sholatlah dirumah kalian).

7. Sholat Tarawih Ramadlan 1441 H. dihimbau untuk diadakan di rumah masing-masing dengan tetap melakukan Physical Distancing atau menjaga jarak.

8. Sholat Idul Fitri 1441 H. diinstruksikan untuk ditiadakan karena sangat berpotensi menjadi media penyebaran dan penularan Virus Corona, kecuali keadaan sudah dinyatakan benar-benar kondusif dan bebas dari virus Corona oleh ahlinya dan Pejabat yang berwenang.

9. Haram bagi warga Boyolali bepergian ke luar daerah yang sudah terpapar virus Corona, begitu juga sebaliknya bagi warga yang berada di daerah yang terpapar virus Corona haram masuk wilayah Boyolali, kecuali dlorurot atau atas ijin dan rekomendasi رِمْ َ atau Boyolali Daerah Pemerintah (اُوِِل اْلْ dinas terkait) demi tujuan س ِفْ ِحْفظُ النَّ (menjaga jiwa) dan ِمةَّعاَ ْ ال ةِ َ ُع ال ََّّضَر ْدف) َmenghindari bahaya massal).

10. Berdasarkan kaidah ِعةَْ د ا َّذلِري ُّس َmaka ruang publik dan jalan umum hanya boleh ditutup oleh رِمْ َ أِِل اْلْ ُ (Pejabat Pemerintah yang berwenang) dengan pertimbangan dan pengkajian yang mendalam disertai petunjuk alternatif jalan lain, sedangkan warga atau masyarakat haram melakukan penutupan ruang publik dan jalan umum, karena sangat berpotensi menimbulkan ة دَسَ فْم) َbahaya) yang lebih besar.

11. Mengingatkan dan medorong seluruh lapisan warga masyarakat Kabupaten Boyolali, untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atau Dinas Kesehatan Boyolali.

12. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Boyolali agar tetap tenang, husnudzon kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, sholawat, shodaqoh dan membaca qunut nazilah dalam sholat fardlu, serta memperbanyak berdo’a kepada Allah SWT agar virus Corona cepat sirna dan selesai.

Bahtsul Masail digelar di Boyolali, 03 Sya’ban 1441 H./ 28 Maret 2020 M. Dengan hasil Bahtsul Masail ini diharapkan sebagai pedoman bagi warga NU dan Umat Islam di Boyolali beserta semua stakeholder NU di Kabupaten Boyolali.

“Kami mohon partisipasi dan kerjasama semua pihak demi ketentraman, ketenangan, keamanan dan keselamatan seluruh warga Boyolali Akhirnya teriring do’a kami, semoga Kabupaten Boyolali dijaga dan diberkahi serta dirahmati oleh Allah SWT,” harap Kiai Joko Parwoto. (gun)

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *