Select Page

Meski Usai Senja, tapi Tetap Ikut Diklatsar Banser Boyolali. Ini Alasannya…

Meski Usai Senja, tapi Tetap Ikut Diklatsar Banser Boyolali. Ini Alasannya…

KARANGGEDE-Kecintaan seseorang terhadap suatu hal memang kadang membuat seseorang lupa terhadap entitas dirinya. Sebagaimana hal tersebut tersirat dalam sebuah Hadist yang berbunyi “Man Ahabba Say’an Fahuwa Abduhu” (Barang siapa mencintai sesuatu maka berarti dia siap mengabdi untuknya).

Adalah seorang pria yang sudah lanjut usia warga Desa Pinggir, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dia adalah Fathurohman (64). Satu lagi M. Tukiron (58) alias Brewok warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Wonosegoro, Kabutapen Boyolali.

Keduanya telah membuktikan kecintaannya terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Meski usianya yang tak lagi muda, namun tidak membuat semangatnya surut untuk tetap menghibahkan sisa hidupnya untuk tetap berkhidmat Badan Otonom Ansor, yakni Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Terbukti, semangat juangnya tetap berkobar untuk mengikuti Diklatsar selama 3 hari mulai tanggal 15-17 Maret 2019 di Wonosegoro. Itulah yang membuat dirinya tetap bersemangat dalam menjalani tahap demi tahap diklatsar.

Semangat juang yang dimiliki kedua bapak ini perlu bahkan wajib diintegrasikan ke dalam jiwa para pelopor yang muda. Yang tua tetap semangat, tentu yang muda harus lebih semangat. “Kita harus menjaga NKRI sampai mati,” tegas Fathurohman. (Hr)

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *