Select Page

Anak-Anak Pengungsi Merapi di Selo Boyolali Mendapat Program Belajar dari FPPI dan NU Peduli Merapi

Anak-Anak Pengungsi Merapi di Selo Boyolali Mendapat Program Belajar dari FPPI dan NU Peduli Merapi

SELO-Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Salatiga bersama NU Peduli Merapi mulai bergerak ke Klaster Pendidikan Anak di Posko Pengungsian Desa Tlogolele Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Puluhan anak yang berada di posko pengungsian berusia sekitar 7 sampai 12 tahun mendapatkan program belajar.

“Kami sudah melakukan assesment Minggu 29 November 2020. Meliputi bidang pendidikan formal dan nonformal. Di bidang pendidikan nonformal salah satunya mencakup pendidikan keagamaan untuk anak-anak. Program tersebut terjadwal setelah ba’da Isya’ 1 kali sehari,” terang Sigit, salah satu relawan NU Peduli Merapi, Senin 30 November 2020.

 Koordinator Posko Pengungsian Merapi Negen mengatakan, tidak ada guru pengungsi yang mengajar dan menetap. Kegiatan yang dilaksanakan anak-anak sehari-hari bermain bersama relawan untuk meringankan kekhawatiran selama di pengungsian.

“Untuk pendidikan keagamaan, baru diisi oleh Guru TPA yag masih merupakan warga Tlogolele. Tetapi masih dirasa kurang karena jumlah guru dan anak tidak seimbang, sehingga diperlukan kebutuhan-kebutuhan seperti peralatan salat, iqra’ dan buku cerita atau fabel yang menarik bagi anak,” kata Negen.

Sementara itu, rata-rata jenjang pendidikan formal anak-anak di pengungsian yakni sekolah dasar. Anak-anak pengungsian masih masuk sekolah satu minggu dua kali.

“Mereka berangkat dari posko pengungsian ke sekolah masing-masing dan pulang sekolah kembali ke pos pengungsian di Tlogolele,” ujarnya.

Diharapkan, para guru dapat menggelar model kegiatan belajar mengajar di posko. Tentunya tidak ada risiko sekolah yang letaknya masih dalam radius bahaya. Sebab jarak sekolah yang sangat dekat dengan gunung Merapi. (gun)

About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *